Harga CPO Turun Lagi Desember 2025: TBS Petani Sawit Ikut Tertekan, Turun Sampai Rp 30 per Kg

Harga tbs desember 2026 turun lagi

BeniSubianto.web.id - Sahabat petani sawit di mana pun berada, pagi ini saya lagi duduk di pinggir kebun sambil lihat buah sawit yang lagi ranum-ranumnya. Tapi hati agak berat, karena kabar terbaru bikin kita semua mikir ulang soal panen bulan ini. 

Ya—Harga CPO turun lagi di Desember 2025 ini, dan langsung berdampak ke harga Tandan Buah Segar (TBS) kita. Bahkan di beberapa tempat, harga TBS turun sekitar Rp 30 per kg. Saya sendiri di Kalimantan Tengah rasain betul, minggu lalu masih lumayan, sekarang sudah mulai goyah. Kenapa sih ini bisa terjadi lagi? Apa yang lagi main di pasar global? Dan yang paling penting, gimana kita sebagai petani kecil bisa hadapi ini semua?

Yuk, kita ngobrol santai di artikel ini, sambil saya bagiin pengalaman dan data terkini per 15 Desember 2025. Semoga bisa bantu kita semua lebih siap dan tetap semangat tanam sawit.

Kenapa Harga CPO Turun Lagi di Desember 2025?

Saya sering bilang, harga CPO itu seperti ombak laut: kadang naik tinggi, kadang surut mendadak. Nah—Per tanggal 15 Bulan Desember ini, harga CPO turun lagi karena beberapa faktor yang saling terkait.

Pertama, stok CPO di Malaysia melonjak tinggi. Data MPOB menunjukkan stok November 2025 naik jadi 2,84 juta ton, level tertinggi sejak 2019. Produksi naik, tapi ekspor malah lemah. Ini bikin suplai berlebih, harga otomatis tertekan. (Sumber: InfoSAWIT Sumatera).

Kedua, permintaan global lagi pelan. Negara importir besar seperti India kurangi beli karena harga minyak nabati lain seperti kedelai juga turun. Plus, penguatan dolar AS bikin CPO kita jadi lebih mahal buat pembeli luar. Harga Referensi CPO Desember ditetapkan USD 926,14 per MT, turun 3,9% dari November. (Sumber: InfoSAWIT).

Ketiga, harga minyak mentah dunia ikut merosot, plus kompetisi ketat dari minyak kedelai dan sunflower. Di Bursa Malaysia, kontrak Desember tutup di RM 3.980 per ton pada 12 Desember, turun signifikan. (Sumber: Update dari GAPKI).

Di Indonesia, harga CPO KPBN pada 12 Desember sekitar Rp 14.300 per kg, turun dari hari sebelumnya. Ini langsung nyambung ke harga TBS kita.

Penyebab Harga TBS Desember 2025 Turun Rp 30 per Kg

Spesifik buat TBS, penurunan Rp 30 per kg ini saya rasain di lapangan, terutama di daerah Kalimantan. Pelemahan CPO dan kernel jadi biang keladi utama. Misalnya di Sulbar, harga TBS turun Rp 170 per kg jadi Rp 3.099,75 untuk umur 10-20 tahun, karena permintaan global melemah. (Sumber: Laporan BeritaNasional).

Di tempat lain seperti Riau atau Sumut, ada yang naik tipis, tapi tren keseluruhan tertekan. Harga turun ini mungkin rata-rata di beberapa PKS lokal, karena pabrik kurangi beli saat stok numpuk dan harga CPO rendah.

Harga TBS Terkini: Tertinggi di Seruyan PT HPS Rp 3.270 per Kg

Meski banyak yang turun, ada juga kabar baik. Di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, harga TBS tertinggi di PT HPS (Hanau Panenraya Sejahtera) mencapai Rp 3.270 per kg di area perusahaan, dan Rp 3.235 per kg di peron. Ini jadi angin segar buat petani mitra di sana.

Sementara di tempat lain, seperti Kalbar periode awal Desember sekitar Rp 3.226 per kg untuk umur 10-20 tahun. Di Riau plasma Rp 3.515 per kg, swadaya Rp 3.456 per kg periode 10-16 Desember. Di Sumut Rp 3.455 per kg. Variasi ini tergantung lokasi dan mitra pabrik. (Sumber: Data dari Agricom).

Buat kita di Seruyan dan sekitarnya, harga Rp 3.270 itu lumayan tinggi dibanding rata-rata nasional yang lagi tertekan. Alhamdulillah, masih ada PKS yang kasih harga bagus.

  • Seruyan PT HPS: Rp 3.270/kg (area) dan Rp 3.235/kg (peron)
  • Riau Plasma: Rp 3.515/kg (umur 9 tahun)
  • Kalbar: Rp 3.226/kg
  • Sulbar: Rp 3.099/kg (turun signifikan)

Dampak Penurunan Harga CPO Turun Lagi ke Petani Sawit

Ini bagian yang paling berat dibahas. Saat harga CPO turun lagi, yang kena paling dalam ya kita petani. Pendapatan langsung ciut, tapi biaya pupuk, upah buruh, dan transport nggak ikut turun.

Pendapatan bulanan bisa berkurang 10-20%, apalagi buat petani swadaya yang nggak punya mitra tetap. Banyak yang harus potong anggaran keluarga, tunda beli pupuk, atau bahkan kurangi pemeliharaan kebun. Risikonya, panen tahun depan bisa jelek.

Plus, akses kredit sulit karena bank lihat pendapatan turun. Di beberapa daerah, tunggakan hutang naik. Tapi, hei, kita pernah lewati masa sulit sebelumnya, kan?

  • Finansial: Pendapatan turun, biaya tetap tinggi.
  • Operasional: Kurangi input, risiko produktivitas drop.
  • Mental: Stres, kurang motivasi.
  • Positif: Dorong inovasi, seperti gabung koperasi (jika tersedia).

Cara Kita Bertahan Saat Harga CPO Turun Lagi

Dari pengalaman, ada cara sederhana buat survive. Hemat biaya dengan pupuk organik dari limbah kebun sendiri. Utamakan kebutuhan primer yang mendesak seperti SPP, Kebutuhan rumah, dll.

Tanam tanaman sela seperti cabai atau pisang di antara sawit. Pantau harga harian via grup WA atau app, jual saat naik tipis. Jaga kesehatan dan saling dukung antar petani. Pemerintah juga lagi dorong ketersediaan pupuk.

Kesimpulan: Tetap Optimis Meski Harga CPO Turun Lagi

Teman-teman, harga CPO turun lagi Desember 2025 memang bikin TBS kita tertekan, bahkan turun Rp 30 per kg di banyak tempat. Tapi di Seruyan PT HPS masih kasih Rp 3.270 tertinggi, jadi ada harapan. Dampaknya berat ke pendapatan dan kehidupan kita, tapi dengan solidaritas dan strategi pintar, kita bisa lewati.

Saya yakin, sawit tetap jadi andalan Indonesia. Tahun depan mungkin lebih baik dengan permintaan biodiesel naik. Yuk, share cerita kalian di bawah. Semangat panen!.

Posting Komentar
0
Keranjang
Keranjang Belanja
Keranjang kosong
Bayar Pesanan
Daftar Belanja
Identitas Diri
Pembayaran
Catatan: Total harga yang tertera belum termasuk Ongkos Kirim (Ongkir). Biaya pengiriman akan dihitung dan di-informasikan oleh Admin melalui WhatsApp.
Sub-Total: Rp 0