Harga TBS Turun Lagi, Sudah 5 Kali Sejak Awal Februari — Sampai Kapan?

Harga TBS Februari 2026 turun terus

BeniSubianto.web.id - Kalau kamu petani sawit, pasti tahu rasanya ngecek harga TBS di grup WhatsApp, terus dapet kabar harga turun lagi. Satu kali, oke. Dua kali, masih sabar. Tapi kalau sudah lima kali berturut-turut dalam waktu kurang dari satu bulan? Itu namanya bukan lagi kebetulan — itu tren yang bikin dahi berkerut.

Saya petani sawit di Kalimantan Tengah. Dan sejak awal Februari kemarin, saya sudah merasakan sendiri bagaimana harga TBS turun nyaris setiap kali penetapan harga keluar.

Lima Kali Turun Sejak 5 Februari

Ini bukan gosip. Ini fakta yang bisa dicek langsung dari grup WhatsApp PT. HPS yang biasanya jadi acuan kami para petani di sini.

Terhitung dari tanggal 5 Februari sampai sekarang, harga TBS sudah mengalami penurunan sebanyak 5 kali. Harga terakhir yang saya terima dari info grup tersebut adalah Rp3.210 per kilogram di pabrik (19/02/2026).

Terus terang, angka itu bikin saya menghela napas panjang. Bukan berarti harga segitu langsung bikin rugi — tapi kalau trennya terus turun, lama-lama ya ngeri juga. Apalagi biaya produksi, pupuk, upah panen, semuanya tidak ikut turun.

Kenapa Harga TBS Turun? Ini yang Saya Tahu

Saya bukan ekonom, tapi sebagai petani saya selalu coba cari tahu kenapa kondisinya bisa begini. Dan dari yang saya baca dan dengar, ada dua penyebab utama yang sepertinya paling berpengaruh saat ini.

1. Minyak Kanola Kanada Kini Lebih Murah di China

Ini yang saya rasa paling mengkhawatirkan. China — yang selama ini jadi salah satu pembeli terbesar minyak sawit dunia — sekarang punya pilihan baru yang lebih murah.

Baru-baru ini, China dan Kanada mencapai kesepakatan dagang. Hasilnya? Tarif impor minyak kanola asal Kanada dipangkas drastis, dari 84% menjadi hanya 15% mulai 1 Maret. Dengan harga yang jauh lebih kompetitif, wajar kalau China mulai melirik kanola sebagai alternatif pengganti minyak sawit.

Selain dari Kanada, China juga disebut mulai menambah pembelian kanola dari Australia dan memperbesar impor minyak kedelai dalam jumlah yang signifikan. (Sumber: BertuahPos, CNBC Indonesia)

2. China Tidak Lagi "Buru-Buru" Beli Sawit

Dulu, China hampir tidak punya banyak pilihan selain sawit untuk kebutuhan minyak nabatinya dalam skala besar. Tapi sekarang situasinya berubah.

Dengan stok minyak nabati yang melimpah dari berbagai sumber, para importir di China kini lebih santai. Mereka bisa memilih, membandingkan harga, dan tidak terburu-buru membeli sawit seperti sebelumnya. Analis menyebut China kini "tidak terlalu terdesak" karena punya banyak opsi pengganti.

Akibatnya, permintaan sawit global melemah — dan ujungnya, harga TBS ikut turun.

Dampaknya ke Petani di Lapangan

Buat kami petani kecil di Kalimantan Tengah, dinamika global seperti itu kadang terasa jauh. Tapi efeknya sangat nyata di dompet.

  • Pendapatan per panen berkurang, sementara pengeluaran tetap.
  • Biaya pupuk dan tenaga panen tidak ikut turun.
  • Perencanaan keuangan bulanan jadi lebih susah karena harga tidak stabil.

Yang paling bikin was-was adalah ketidakpastiannya. Kalau harganya turun tapi stabil di titik tertentu, kita masih bisa hitung-hitungan. Tapi kalau turunnya terus dan tidak ada sinyal berbalik arah, itu yang bikin deg-degan.

Mau Sampai Kapan?

Jujur, saya tidak tahu kapan harga TBS akan kembali naik. Yang saya tahu, situasi ini tidak semata-mata karena faktor lokal. Geopolitik, kesepakatan dagang antarnegara, dan pergeseran preferensi konsumen di negara-negara importir besar — semuanya bermain di sini.

Yang bisa kita lakukan sebagai petani adalah tetap jaga kualitas TBS, rajin cari informasi terbaru, dan berharap pemerintah bisa ikut turun tangan — entah lewat kebijakan harga, insentif, atau negosiasi pasar ekspor yang lebih agresif.

Kalau kamu juga petani sawit yang merasakan hal serupa, yuk kita saling berbagi info. Kita tidak bisa kontrol harga dunia, tapi kita bisa saling menguatkan sebagai sesama petani.

Tulis di kolom komentar: harga TBS di daerah kamu sekarang berapa? Dan kira-kira kapan menurut kamu mulai membaik?

Posting Komentar
0
Keranjang
Keranjang Belanja
Keranjang kosong
Bayar Pesanan
Daftar Belanja
Identitas Diri
Pembayaran
Catatan: Total harga yang tertera belum termasuk Ongkos Kirim (Ongkir). Biaya pengiriman akan dihitung dan di-informasikan oleh Admin melalui WhatsApp.
Sub-Total: Rp 0