Menjaga Lisan di Tengah Bencana: Jangan Tambah Luka dengan Ucapan
Menjaga Lisan di Tengah Bencana: Jangan Tambah Luka dengan Ucapan BeniSubianto.web.id - Menjaga Lisan di Tengah Bencana bukan sekadar nasihat normatif, tapi kebutuhan nyata yang sering kita abaikan. Saat bencana alam datang bertubi-tubi, luka para korban bukan hanya fisik dan materi, tapi juga batin. Di tengah empati dan bantuan yang mengalir, sayangnya masih muncul komentar-komentar yang justru menambah perih: menghakimi, menyalahkan, bahkan melabeli musibah sebagai azab atau hukuman. Sebagai masyarakat biasa, kita mungkin tidak turun langsung ke lokasi bencana. Kita juga mungkin tidak punya banyak harta untuk disumbangkan. Tapi satu hal yang selalu kita miliki dan bisa kita kendalikan adalah lisan dan jari-jari kita . Jangan sampai niat merasa paling benar justru berubah menjadi sumber luka baru bagi mereka yang sedang diuji. Artikel ini mengajak kita semua untuk merenung, belajar, dan memperbaiki cara berucap, terutama di tengah musibah. Karena empati tidak selalu harus mahal, tapi komentar yang salah bisa sangat mahal dampaknya. Fenomena Komentar Ne…
About the author
Seorang Petani Sawit, Blogger Dan Praktisi Lapangan. Sangat hobi bermain Gadget dan Game. Dari lapangan diabadikan dengan menulis.