Dari Sidoarjo ke Kalimantan: Rahasia Saya Betah dan Nyaman Tinggal di Tengah Kebun Sawit

Siapa yang menyangka, hidup itu benar-benar penuh kejutan. Dulu, keseharian saya adalah macet-macetan di Sidoarjo Kota, mengajar anak-anak di MI Al Muawanah, dan mendengar hiruk pikuk suara kendaraan. Tapi sekarang? Sejauh mata memandang, yang saya lihat hanyalah "lautan hijau" pohon kelapa sawit di bumi Kalimantan.

Transisi dari hiruk pikuk kota ke tengah hutan kebun sawit tentu bukan perkara mudah. Ibarat memindahkan tanaman pot ke tanah lapang, butuh waktu untuk akarnya bisa mencengkeram kuat. Awalnya memang ada rasa rindu dengan kuliner Jawa atau sekadar jalan-jalan ke mall. Namun, perlahan saya menemukan ritme yang membuat saya justru merasa damai di sini.

Bagi teman-teman yang mungkin sedang mengalami hal yang sama, atau berencana pindah ke area perkebunan, ini adalah cara saya supaya tetap betah dan "waras" mengurus dua anak di tengah kebun sawit.

1. Mengubah "Sepi" Menjadi "Damai"

Di Sidoarjo, suara bising itu makanan sehari-hari. Di sini? Sunyi sekali. Awalnya saya merasa kesepian, tapi saya coba ubah pola pikir. Saya anggap kesunyian ini adalah kemewahan. Tidak ada polusi suara, udara sangat bersih, dan saya punya banyak waktu untuk refleksi diri. Mengubah cara pandang ini adalah kunci utama supaya hati tidak terus-menerus ingin pulang kampung.

2. Membawa "Lidah Sidoarjo" ke Kalimantan

Jujur saja, yang paling membuat rindu itu adalah makanannya. Tidak ada penjual lontong kupang atau petis yang lewat depan rumah. Jadi, tips saya adalah: jadilah kreatif di dapur! Saya selalu menyetok bumbu-bumbu khas Jawa. Meskipun kita di tengah hutan, selama aroma masakan di rumah masih terasa seperti di kampung halaman, rasa rindu itu akan terobati. Memasak juga jadi hiburan tersendiri bagi saya di kala senggang.

3. Menghidupkan Jiwa Guru di Rumah

Pengalaman saya mengajar di MI Al Muawanah Sidoarjo ternyata sangat berguna di sini. Karena akses sekolah mungkin tidak semudah di kota, saya memposisikan diri sebagai guru utama bagi kedua anak saya. Saya buat jadwal belajar yang menyenangkan untuk mereka. Melihat mereka tumbuh cerdas di lingkungan yang asri ini memberikan kepuasan batin yang luar biasa bagi saya sebagai seorang ibu sekaligus mantan pendidik.

4. Menyalurkan Hobi Lewat Tulisan (Blogging)

Hidup di kebun bukan berarti terputus dari dunia luar. Saya memanfaatkan waktu saat anak-anak tidur untuk menulis di blog. Berbagi cerita tentang suka duka di kebun sawit, tips berkebun, hingga pengalaman mengurus rumah tangga ternyata sangat melegakan. Menulis adalah terapi bagi saya. Dengan berbagi cerita, saya merasa tetap terhubung dengan teman-teman di Jawa maupun sesama pejuang kebun di tempat lain.

5. Menjalin Silaturahmi dengan Sesama "Warga Kebun"

Manusia itu makhluk sosial. Di tengah kebun, tetangga adalah keluarga terdekat kita. Saya sering meluangkan waktu untuk sekadar mengobrol dengan sesama ibu rumah tangga di sini. Kami saling bertukar sayuran atau sekadar berbagi tips mengusir serangga di rumah. Hubungan sosial yang hangat inilah yang membuat suasana hutan yang tadinya terasa asing, kini berubah menjadi rumah yang nyaman.

Hidup di kebun sawit Kalimantan memang butuh adaptasi ekstra, apalagi bagi kita yang terbiasa dengan fasilitas kota. Namun, jika kita bisa berdamai dengan keadaan dan menemukan kebahagiaan-kebahagiaan kecil, hidup di sini justru terasa sangat berkualitas.

Kita jadi lebih dekat dengan keluarga, lebih menghargai alam, dan punya waktu lebih banyak untuk diri sendiri. Sidoarjo memang selalu di hati, tapi Kalimantan adalah tempat saya membangun masa depan sekarang.

Apakah Anda juga sedang berjuang beradaptasi di lingkungan baru? Mari berbagi cerita di kolom komentar, ya!

Penulis Tamu

Nur Izatin Sumah

Mohon hargai karya penulis. Dilarang copy-paste artikel ini tanpa izin tertulis.

Posting Komentar
0
Keranjang
Keranjang Belanja
Keranjang kosong
Bayar Pesanan
Daftar Belanja
Identitas Diri
Pembayaran
Catatan: Total harga yang tertera belum termasuk Ongkos Kirim (Ongkir). Biaya pengiriman akan dihitung dan di-informasikan oleh Admin melalui WhatsApp.
Sub-Total: Rp 0