Dari Sidoarjo ke Kalimantan: Rahasia Saya Betah dan Nyaman Tinggal di Tengah Kebun Sawit

Dari Sidoarjo ke Kalimantan: Rahasia Saya Betah dan Nyaman Tinggal di Tengah Kebun Sawit
Siapa yang menyangka, hidup itu benar-benar penuh kejutan. Dulu, keseharian saya adalah macet-macetan di Sidoarjo Kota, mengajar anak-anak di MI Al Muawanah , dan mendengar hiruk pikuk suara kendaraan. Tapi sekarang? Sejauh mata memandang, yang saya lihat hanyalah "lautan hijau" pohon kelapa sawit di bumi Kalimantan. Transisi dari hiruk pikuk kota ke tengah hutan kebun sawit tentu bukan perkara mudah. Ibarat memindahkan tanaman pot ke tanah lapang, butuh waktu untuk akarnya bisa mencengkeram kuat. Awalnya memang ada rasa rindu dengan kuliner Jawa atau sekadar jalan-jalan ke mall. Namun, perlahan saya menemukan ritme yang membuat saya justru merasa damai di sini. Bagi teman-teman yang mungkin sedang mengalami hal yang sama, atau berencana pindah ke area perkebunan, ini adalah cara saya supaya tetap betah dan "waras" mengurus dua anak di tengah kebun sawit. 1. Mengubah "Sepi" Menjadi "Damai" Di Sidoarjo, suara bising itu makanan sehari-hari. Di sini? S…

About the author

Seorang Petani Sawit, Blogger Dan Praktisi Lapangan. Sangat hobi bermain Gadget dan Game. Dari lapangan diabadikan dengan menulis.

Posting Komentar