Menyiapkan Database: Membangun Memori Aplikasi
BeniSubianto.web.id - Kita sudah punya "Kunci" (API & Token) dan "Pintu" (Platform). Sekarang, kita butuh "Buku Catatan". Dalam sistem aplikasi, buku catatan ini disebut Database. Tanpa database, DraftPost Manager akan menjadi aplikasi yang "pikun"; ia tidak akan ingat artikel mana yang sudah diposting, mana yang ditolak, atau siapa penulisnya.
Kabar baiknya, kita tidak perlu menyewa server mahal atau belajar bahasa SQL yang rumit. Kita cukup menggunakan Google Sheets. Ya, spreadsheet biasa yang sering Anda pakai itu sebenarnya cukup kuat untuk menangani ribuan data artikel blog Anda. Mari kita siapkan tempatnya.
Langkah 1: Buat Spreadsheet Baru
Langkah ini sangat mendasar, tapi pastikan Anda melakukannya di akun Google yang sama dengan yang kita gunakan di artikel-artikel sebelumnya.
- Buka sheets.google.com atau Google Drive Anda.
- Klik tombol + (Blank Spreadsheet) untuk membuat file baru.
- Beri nama file tersebut, misalnya: "DraftPost Database Master". Nama file ini bebas, yang penting mudah Anda cari nanti.
Langkah 2: Ganti Nama Tab (Sangat Penting!)
Secara default, Google Sheets menamai tab di bagian bawah dengan nama "Sheet1". Skrip yang akan kita gunakan nanti dirancang untuk mencari tab dengan nama khusus. Jika namanya salah, skrip bisa gagal berjalan atau malah membuat tab baru yang kosong.
- Lihat ke pojok kiri bawah layar.
- Klik kanan pada tulisan Sheet1.
- Pilih Rename (Ganti Nama).
- Ubah namanya menjadi: Database (Huruf 'D' besar, sisanya kecil, tanpa spasi).
Langkah 3: Membuat Struktur Kolom (Header)
Sekarang kita akan membuat "kepala" tabel. Baris pertama (Row 1) akan menjadi penunjuk bagi skrip untuk meletakkan data. Isi sel-sel berikut secara berurutan dari kolom A sampai K di Baris 1:
- A1: Tanggal
- B1: Nama
- C1: Email
- D1: Judul
- E1: Kategori
- F1: Gambar
- G1: Url Post
- H1: Post ID
- I1: Status
- J1: Alasan Reject
- K1: Deleted Image
Pastikan ejaannya rapi, meskipun sebenarnya skrip nanti akan mengecek berdasarkan urutan kolom, tapi penamaan yang rapi akan memudahkan Anda sebagai Admin untuk membacanya.
Langkah 4: Merapikan Tampilan
Agar database ini enak dilihat dan tidak memusingkan saat datanya sudah ratusan, lakukan sedikit pemolesan:
- Blok seluruh Baris 1 (klik angka 1 di kiri).
- Tekan tombol Bold (B) agar tulisan tebal.
- Pergi ke menu View (Tampilan) > Freeze (Bekukan) > 1 row.
Dengan fitur "Freeze", baris judul tadi akan tetap terlihat (mengambang) meskipun Anda menggulir layar (scroll) sampai ke bawah.
Langkah 5: Membuat Sheet Log (Opsional tapi Disarankan)
Selain database artikel, sistem kita juga punya fitur pencatat aktivitas (Logging). Agar rapi, mari buat satu tab lagi.
- Klik tanda + di pojok kiri bawah untuk menambah sheet baru.
- Ganti nama "Sheet2" menjadi: Logs.
- Di baris pertama sheet Logs ini, buat kolom: Timestamp, User/Author, Action, Status, Details.
Selesai! Sekarang Anda memiliki wadah kosong yang siap menampung data. Langkah selanjutnya adalah langkah yang paling ditunggu-tunggu: Kita akan mulai menulis (copy-paste) kode programnya. Di artikel berikutnya, kita akan membuka editor rahasia yang tersembunyi di balik Google Sheets ini.

