Seni Bertetangga di Tengah Kebun Sawit: Karena Merekalah "Saudara" Terdekat Kita

Hidup di kebun sawit mengajarkan bahwa tetangga adalah saudara terdekat. Simak tips menjaga hubungan harmonis dan sosial yang baik di perantauan.
Seni Bertetangga di Tengah Kebun Sawit: Karena Merekalah "Saudara" Terdekat Kita
Apa kabar, Bu-ibu semua? Semoga sehat selalu ya di mana pun berada. Apalagi buat yang senasib sama saya, yang lagi berjuang membesarkan dua anak  unyil  di tengah hamparan pohon sawit yang luas ini. Jujur saja, awal pindah ke sini, rasanya campur aduk. Dari yang biasa denger suara bising kendaraan di kota, sekarang ganti jadi suara jangkrik atau deru truk pengangkut buah. Jauh dari mall? Sudah pasti. Jauh dari keluarga besar? Iya banget. Di situlah saya sadar satu hal penting:  di sini, tetangga bukan sekadar orang yang rumahnya nempel sama kita. Mereka adalah aset paling berharga. Kalau anak tiba-tiba demam tinggi tengah malam dan suami lagi dinas luar, siapa yang kita ketuk pintunya pertama kali? Bukan saudara kandung yang beda pulau, tapi tetangga sebelah rumah. Makanya, menjaga hubungan baik dengan tetangga di lingkungan kebun atau perkampungan yang jauh dari kota itu hukumnya wajib, Bu. Kenapa "Social" itu Penting Banget di Kebun? Hidup di kampung sekitar kebun itu unik. Kita h…

About the author

Seorang Petani Sawit, Blogger Dan Praktisi Lapangan. Sangat hobi bermain Gadget dan Game. Dari lapangan diabadikan dengan menulis.

Posting Komentar